Tampilkan postingan dengan label Tips Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying. Tampilkan semua postingan

Tips Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying

November 01, 2017 73 Comments
Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying. Kasus bullying atau perundungan, penindasan yang terjadi pada anak-anak saat ini semakin memprihatinkan. Selain anak menjadi pelaku bully/penindasan, hal yang ditakutkan juga adalah menjadi korban bullying. Kondisi tersebut tentu membuat orangtua khawatir. Beragam tindakan preventif dilakukan agar anak tidak menjadi korban bullying.

Tips Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying

Anak Yang  Rentan Jadi Korban Bullying

Para pelaku bullying biasanya akan mengincar korban yang memiliki beberapa ciri dan karakter tertentu, yaitu:

1. Anak yang tidak yang tak mempunyai teman, sering menyendiri, minder, atau terisolasi.
2. Anak yang tidak berani melakukan tindakan perlawanan. 
3. Anak yang tidak mempunyai konsep diri yang kuat.

 baca juga :
 - Tips Agar Anak tidak Menjadi Pelaku Bullying
 - Manfaat Olahraga Bela Diri untuk Anak






Ajarkan Anak Agar Tidak Menjadi Korban Bullying

Anak-anak dengan karakter yang telah disebutkan di atas biasanya mudah untuk dijadikan korban bully. Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua dalam mendidik anak agar tidak menjadi sasaran empuk bagi para pelaku bullying. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diajarkan orang tua untuk menumbuhkan karakter anti-bullying pada anak. 

1. Ajari Anak Untuk Mudah Bergaul
Anak yang sulit bergaul dan tidak memiliki teman, akan mudah menjadi korban bullying. Hal ini dikarenakan tidak ada kelompok atau teman yang melindunginya dari para pem-bully. Oleh karena itu, ajarilah anak untuk mudah bergaul. Jangan mengekang anak dalam bergaul dengan orang lain karena justru bisa berakibat buruk bagi psikisnya. Tapi tentu saja  orangtua tetap harus mengajarkan anak untuk selektif  memilih teman, agar  tidak terjerumus oleh pergaulan yang salah. 

2. Ajari Anak Agar Mengalah Pada Tempatnya
Sifat baik merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Namun orang tua sebaiknya mengajarkan anak agar bersikap baik sesuai porsinya. Karena jika anak terlalu baik dan terlalu mudah mengalah, justru akan membuat orang lain mudah memanfaatkannya. Ajari anak untuk mengalah pada tempatnya agar tidak disalahgunakan.`

3. Latih Anak Seni Bela Diri
Jika melihat rekaman kejadian bullying yang beredar di internet dan media sosial yang semakin memprihatinkan, rasanya tidak ada salahnya untuk mengajari anak bela diri. Apabila anak telah menguasai pengetahuan dasar bela diri, diharapkan para pelaku bully akan berpikir kembali jika ingin mengganggunya. Tapi perlu diingat, orangtua juga perlu memberi penjelasan pada anak bahwa kemampuan beladiri tidak boleh disalahgunakan. Bela diri hanya boleh digunakan untuk melindungi diri sendiri apabila ada yang mengganggu, bukan justru digunakan untuk menyakiti orang lain atau bersikap sok jagoan.

4. Ajari Anak Untuk Bersikap Terbuka Pada Orangtua
Seringkali anak-anak yang menjadi korban bully merasa gengsi untuk meminta bantuan pada teman atau orangtua. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kondisi psikis anak itu sendiri. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mengajari anak untuk memiliki sikap terbuka agar anak tidak segan memberitahu ketika ia menjadi korban bullying.

Orangtua perlu bersikap bijak saat anak melaporkan adanya tindakan bullying yang ia alami. Pertama-tama, ucapkan terimakasih karena anak sudah mau terbuka, selanjutnya berikan motivasi agar anak tidak terus-menerus mengalami tekanan psikis akibat rasa trauma. Kemudian, orangtua bisa membantu mencari jalan keluar agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

5. Didik Anak Agar Mempunyai Karakter Kuat
Sebenarnya, setiap anak mempunyai sifat serta karakter berbeda. Ada yang memang dasarnya sudah memiliki karakter kuat, akan tetapi ada juga yang karakternya lemah. Sebaiknya, tanamkan konsep diri yang kuat pada anak. Konsep diri merupakan cara seseorang dalam memandang dirinya sendiri, meliputi potensi, kemampuan, serta posisinya di masyarakat. Dengan memiliki konsep diri yang kuat, anak tidak akan mudah menjadi korban bully.

Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar anak tidak menjadi korban bullying.

Jangan lupa pula untuk mengajarkan anak agar tidak menjadi pelaku bullying.