Tips Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

November 01, 2017
Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying. Maraknya kasus bullying/penindasan tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua. Beragam tindakan preventif dilakukan agar anak tidak menjadi korban bully. Namun ternyata hal itu tidak cukup untuk memutus mata rantai bullying.Orang tua juga harus melakukan tindakan pencegahan agar anak tidak menjadi pelaku bully.

Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying


Penyebab Anak Menjadi Pem-bully

Menurut seorang psikolog anak, Ajeng Raviando,Psi., ada tiga penyebab yang seringkali menjadi latar belakang anak melakukan tindakan bully terhadap orang lain. 

1. Anak mendapat didikan penuh kekerasan di rumah.
Didikan keras berupa kekerasan fisik, verbal, dan  kekerasan psikis rentan membuat anak menjadi seorang  pem-bully. Perkataan kasar, merendahkan, serta tindakan orang tua yang sering membandingkan anak dengan sesama anggota keluarga atau orang lain, bisa memicu perasaan kecewa pada anak. Akhirnya, anak akan melampiaskan perasaannya ini kepada orang lain dalam bentuk perundungan. 

2. Orang tua lalai membentuk karakter baik sejak dini.
Masih banyak orangtua yang hanya berfokus pada pendidikan akademis anak dan lalai menekankan pendidikan karakter. Padahal, pendidikan karakter adalah fondasi yang harus diajarkan sejak dini, terutama di usia balita. Pada usia balita, anak sangat mudah menirukan apa yang ia lihat di sekitarnya. Apabila anak tidak dibekali dengan pendidikan karakter yang kuat, maka bukan tidak mungkin ia akan mudah terpengaruh oleh pergaulan yang salah.

 baca juga :
- Tips Agar anak tidak menjadi korban bully
- Tips Menghadapi Anak Agresif
- Menumbuhkan Rasa Syukur pada Anak








3. Anak kurang mendapat perhatian.
Pada usia kanak-kanak, kebutuhan anak akan perhatian masih sangat tinggi. Sesibuk apapun, orangtua harus sering meluangkan waktu untuk mendampingi anak. Apabila kebutuhannya akan kasih sayang dan perhatian sudah terpenuhi, anak akan menjadi relatif lebih tenang, sehingga tidak merasa perlu mencari perhatian dengan berulah di luar rumah.

Lakukan ini Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bully

Nah, agar anak tidak menjadi pelaku bully, psikolog anak Vera Itabiliana memberikan beberapa saran berikut.

1. Luangkan lebih banyak waktu bersama anak.
Sesibuk apapun, jangan pernah mengabaikan kebersamaan dengan anak. Luangkan waktu khusus untu kanak di sela-sela kesibukan. Lakukan kegiatan berkualitas saat bersama anak. Misalnya mendongeng, bermain, menanyakan kegiatan harian anak, dan lain sebagainya.

2. Awasi pergaualan sosialanak.
Orangtua wajib mengetahui dengan siapa saja anaknya bergaul. Hal ini akan memudahkan orangtua dalam memantau dan mengawasi anak. Jangan biarkan anak terlibat dalam pergaulan buruk. Batasi dan awasi penggunaan internet dan media sosial untuk anak yang belum cukup umur.

3. Kenali dan kembangkan minat dan bakatanak.
Kenali minat dan bakat anak, kemudian bantulah mereka untuk mengembangkannya. Jika anak memiliki fokus pada hal positif yang mereka sukai, anak relatif tidak akan membuang waktu untuk hal-hal negatif.

4. Beri penghargaan pada anak
Jangan sungkan untuk memberi penghargaan kepada anak. Berikan pujian apabila anak melakukan kebaikan, sekecil apapun itu.

5. Jauhkan anak dari paparan kekerasan 
Saat ini, banyak film, sinetron, animasi, maupun game yang mengandung unsur kekerasan. Orangtua sebaiknya mengawasi anak-anak agar tidak terpapar kekerasan dari game dan tontonan.  Jauhkan anak dari segala hal yang memiliki muatan kekerasan.

6.Bekali anak dengan pendidikan karakter
Sebaiknya orangtua tidak hanya fokus pada pendidikan akademis saja, imbangi juga dengan pendidikan karakter. Ajari anak tentang kebaikan, etika, dan kasih sayang terhadap sesama agar mereka tidak terpikir untuk melakukan kekerasan. Jangan lupa ajari anak untuk meminta maaf apabila melakukan kesalahan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua agar anak tidak menjadi pelaku bullying. Mari putus mata rantai bullying mulai dari rumah.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Post a Comment