Tips Agar Anak Belajar Membaca dan Menyenangkan

Oktober 23, 2017
Belajar Membaca dengan MenyenangkanKetika anak memasuki usia Taman Kanak-kanak, anda menghadapi kondisi dimana anak harus mempunyai kemampuan membaca dan menulis. Cara mengajari anak dalam membaca dan menulis ini perlu diperhatikan. Sebagai orang tua, tidak seharusnya anda  menyerahkan proses belajar menulis dan membaca di sekolah saja. Anak anda mempunyai keterbatasan waktu untuk belajar. Sebagai orang tua, Anda juga harus mendampingi sendiri proses belajar membaca dan menulis sang buah hati.

Tips Anak Belajar Membaca dengan Menyenangkan
Photo : TATYANA TOMSICKOVA PHOTOGRAPHY VIA GETTY IMAGES

Kemampuan anak membaca akan terasah, saat sering mengenalkan buku dalam setiap aktivitasnya. Dengan membaca kembali dirumah, maka materi yang disampaikan di sekolah akan terserap dengan baik. Anak akan lebih mudah belajar saat dihadapkan pada sesuatu yang menarik minatnya. Anda harus menciptakan suasana nyaman bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukan aktivitas membaca. 

Setelah itu Anda baru bisa menerapkan langkah untuk mengajarkan anak membaca. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak membaca, antara lain :

1. Bunyi bahasa
Sebelum anak belajar membaca, alangkah baiknya anak dikenalkan lebih dulu dengan dasar-dasar membaca yang baik. Pemahaman ini dilakukan untuk melatih kepekaan anak. Bunyi bahasa ini akan mempermudah anak dalam menghafalkan dan melafalkan kosakata. Langkah ini dilakukan dengan memahamkan anak pada kata berima atau suku kata yang mirip. Contohnya : kata 'kunci' dan 'laci' atau kata 'dapat' dan 'padat'. Sedangkan untuk kata berima Anda bisa memperkenalkan pantun dengan akhiran yang sama.

2. Kosakata
Kemampuan anak membaca akan lebih mudah jika Anda sering memperkenalkan kosakata baru yang sering didengar. Sebaiknya Anda sering mengucapkan kata secara berulang-ulang agar anak lebih mudah mengucapkannya. Anda bisa memperkenalkan kosakata baru dengan lebih banyak mengajak anak Anda mengobrol atau membacakan cerita secara rutin. Langkah sederhana ini akan mempermudah anak dalam mengenal kosakata baru.

3. Kelancaran dalam membaca
Saat anak belum lancar dalam membaca, maka biarkan anak melakukan proses belajarnya secara perlahan. Berikan pujian pada anak jika berhasil menyebutkan kosakata baru. Anak akan merasa senang, sehingga tertarik untuk meningkatkan minat belajarnya. Anda juga bisa membantu anak dengan menirukan kosakata yang sedang Anda ucapkan. Hal ini akan mempercepat proses berpikir anak dalam memahami sebuah kata.

 baca juga :
 - Tips Mendidik Anak Dengan Cinta





4. Pemahaman isi bacaan
Setelah proses belajar membaca anak Anda telah selesai, jangan buru-buru untuk menutup buku bacaan. Minta anak untuk menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Jika anak tertarik melakukan proses belajar membaca maka akan dengan senang hati menceritakan kembali yang telah dibacanya. Minimal anak Anda akan menceritakan inti dari cerita yang telah dibacanya. Anda bisa minta anak Anda untuk menyebutkan nama tokoh atau tempat yang kejadian yang ada dalam cerita.

5. Pahamilah mood anak
Sebagai orang tua Anda harus benar-benar memahami mood anak. Anda tidak akan berhasil mengajari anak membaca saat mood anak sedang jelek, ngantuk, lapar, marah atau sedang lelah diajak belajar. Anak tidak akan menuruti kemauan Anda jika kondisi mereka tidak memungkinkan untuk belajar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan karena menciptakan suasana yang nyaman itu tergantung pada kondisi anak.

6. Tidak boleh memaksakan kehendak
Setiap anak mempunyai bakatnya masing-masing. Anda tidak boleh membandingkan anak anda dengan anak lain yang sudah lancar dalam membaca. Karena setiap anak mempunyai kelebihan dan keterbatasan kemampuan. Ikuti saja kemauan mereka sampai mereka tidak merasa terpaksa untuk belajar.

Demikianlah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemauan anak dalam belajar membaca. Kesabaran dan kelembutan menjadi kunci utama agar anak mau belajar membaca tanpa merasa tertekan. Sehingga dengan merasa nyaman dalam belajar, maka anak bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya dengan baik.

photo sourcepinterest.com
Previous
Next Post »
0 Komentar

Post a Comment