Tips Membangkitkan Rasa Percaya Diri Anak

November 01, 2017 Add Comment
Tips Membangkitkan Rasa Percaya Diri Anak. Memiliki anak yang bahagia dan percaya diri tentu merupakan dambaan setiap orangtua. Pasalnya, anak yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi relatif tidak akan menemukan hambatan berarti dalam kehidupan sosialnya. Sebaliknya, anak yang memiliki rasa percaya diri rendah, biasanya akan menemui banyak hambatan dalam bersosialisasi serta belajar di sekolah. Tidak hanya itu, anak juga akan mengalami kesulitan bergaul dengan kawan-kawannya. Bahkan, bukan tidak mungkin anak yang memiliki rasa percaya diri rendah akan menjadi sasaran empuk bagi para pelaku bullying. Oleh karena itu, orangtua perlu menjalankan berbagai kiat membangkitkan rasa percaya diri anak sejak dini.

Tips Membangkitkan Rasa Percaya Diri Anak

Anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini agar rasa percaya diri anak meningkat 


1. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Orangtua Terlebih Dulu
Anak adalah peniru ulung. Ia belajar dari segala hal yang dilihatnya, termasuk emosi tertentu seperti kemarahan atau rasa takut. Jika orangtua memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, anak tentu akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri pula. Maka dari itu, sebaiknya orangtua mulai membangun kepercayaan dirinya sendiri terlebih dulu. 

2. Biarkan anak belajar dari apa yang ia lihat.
Orangtua bisa memulainya dengan menggali potensi serta kelebihan diri sendiri. Jangan terlalu fokus pada kekurangan diri. Lebih baik gunakan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan menjadikannya sebuah kekuatan yang bisa membangkitkan rasa percaya diri. Hal ini akan dicontoh oleh anak, sehingga anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri.

3. Hindari Kata-Kata Menyakitkan
Sebagai orangtua, Anda perlu menegur jika anak melakukan kesalahan. Tetapi, pastikan Anda menyampaikannya dengan kata-kata yang baik dan tidak menyakitkan. Pikirkan kembali teguran yang ingin Anda sampaikan, jangan sampai teguran tersebut justru akan membuat anak menjadi minder. Cukup tunjukkan saja kesalahannya, mintalah anak untuk minta maaf, serta tidak mengulanginya kembali. Semarah apapun, hindari kata-kata yang menggambarkan bahwa Anda tidak menyayangi anak Anda.

4. Luangkan Lebih Banyak Waktu Bersama Anak
Anak memerlukan kasih sayang, perhatian, serta dukungan dari orangtuanya. Dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk anak, Anda bisa memanfaatkannya untuk memberikan masukan serta pujian. Hal ini secara tidak langsung bisa memupuk rasa percaya diri anak Anda.

5. Dukung Anak Anda Mengembangkan Bakat
Salah satu cara paling ampuh untuk membangkitkan rasa percaya diri anak adalah dengan prestasi. Anda bisa menggali potensi dan hobi anak Anda. Dukunglah ia untuk mengembangkan hal tersebut. Sebagai contoh, jika anak Anda memiliki hobi serta bakat bermain musik, Anda bisa memfasilitasinya dengan cara mengajak anak untuk bergabung dengan les musik.  

 baca juga :
 - Manfaat Olahraga Bela diri untuk Anak






Anak akan semakin mudah menumbuhkan rasa percaya diri saat berhasil memperoleh prestasi dari kemampuannya sendiri. Tetapi jangan lupa untuk mengajarkan juga tentang cara menerima kekalahan, agar anak terlalu kecewa saat mengalami kegagalan.

6. Jangan Pelit Pujian
Hargai prestasi anak dengan cara memberikan pujian. Anda juga bisa memajang hasil karya anak di rumah. Hal ini akan membuat anak merasa bangga akan prestasinya, serta semakin percaya diri. Berikan juga pujian pada saat anak Anda melakukan kebaikan, misalnya saat ia menolong kucing yang terjebak di selokan, atau saat ia membantu Anda melakukan pekerjaan rumah.

7. Beri Anak Kebebasan Untuk Berteman
Agar anak Anda tidak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, sebaiknya beri ia kebebasan dalam berteman. Jangan terlalu banyak mengatur dan ikut campur saat anak akan mulai menjalin pertemanan. Anda cukup memantau dari jauh, serta berikan masukan agar anak tidak salah memilih teman. Hal ini akan menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi anak agar tidak minder dan terkucil.

Demikianlah Tips membangkitkan rasa percaya diri anak yang bisa Anda terapkan. Dukunglah anak serta jadilah contoh yang baik agar anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.

 photo source : shutterstock

tags :

  | |

Manfaat Olahraga Bela Diri Untuk Anak

November 01, 2017 Add Comment
Manfaat Olahraga Bela Diri Untuk Anak. Bagi sebagian orang, olahraga bela diri/ seni beladiri identik dengan gerakan berbahaya serta membahayakan dan olah raga ini banyak diasumsikan hanya cocok untuk remaja dan dewasa. Maka tidak heran jika banyak orangtua merasa ragu untuk memperkenalkan olahraga bela diri pada anak. Padahal apabila dilakukan dengan teknik yang tepat serta tujuan yang benar, kita akan menemukan beragam manfaat olahraga bela diri ini terutama untuk anak.

Manfaat Olahraga beladiri untuk anak

Banyak manfaat yang dapat diambil dari olahraga beladiri terutama pada anak, selain membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar, tentu banyak manfaat lainya yang akan dirasakan, diantaranya :

1.       Menjaga Kebugaran Tubuh Anak
Salah satu manfaat olahraga bela diri  adalah menjaga kebugaran tubuhanak. Biasanya latihan bela diri akan diawali dengan pemanasan terlebih dulu. Hal ini untuk menghindari resiko cidera otot, kram, serta bermanfaat untuk kebugaran tubuh. Tidah hanya itu, olahraga bela dirijuga memiliki manfaat lain yaitu mengencangkan otot, membuat pikiran menjadi lebih tenang dan rileks, serta menyehatkan tubuh.

2.       Melatih Kedisiplinan Anak
Salah satu filosofi olah raga bela diri adalah tentang disiplin. Berbagaigerakan yang rumit dan teratur, serta dengan ritme hitungan yang telah ditentukan dalamolahraga bela diri, secara tidak langsung akan menanamkankedisiplinan pada diri anak.

3.       Mengajarkan Anak Menghormati Orang Lain
Salah satu kebiasaan yang wajib dilakukan oleh para atlet bela diri sebelum bertanding adalah memberi hormat dengan cara membungkukkan tubuh kepada lawan. Hal ini merupakan bentuk simbol respek yang menandakan bahwa pertandingan tersebut hanyalah sebuah permainan. Artinya, seusai pertandingan, atlet tidak memiliki masalah satu sama lain. Dari sini, anak dapat memetik pelajaran bahwa menghormati orang lain sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, Selama latihan, bisa jadi anak akan menerima pukulan dari temannya. Diharapkan nantinya anak akan menjaga diri agar tidak ringan tangan dan sembarangan memukul atau menyakiti orang lain, karena sudah mengetahui bagaimana rasanya sakit ketika dipukul.


           Melatih Anak Mempertahankan Diri

Kejahatan, kekerasan, serta tindakan bullying kerap terjadi pada anak. Dengan mempelajari olahraga bela diri, anak akan terlatih untuk berpikir secara cepat, taktis, serta waspadaSehingga apabila suatu ketika anak menghadapi situasi sulit dan mengancam, anak akan menjadi lebih tenang dalam mencari jalan keluar.Tidak hanya itu, dengan olahraga bela diri, anak akan terhindar dari perilaku bullying oleh orang lain.






          

         
5.       Meningkatkan Konsentrasi Serta Melatih Fokus Pada Anak
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam olahraga bela diri adalah memusatkanpikiran sertakonsentrasiterhadap sasaran.Hal ini berimbas pada kemampuan anak untuk konsentrasi serta fokus pada hal yang lainnya, termasuk dalam kegiatan sosial dan belajar.

6.       Melatih Anak Memiliki Mental yang Kuat
Dalam olahraga bela diri, anak diajari menyerang sekaligus menerima serangan. Dengan ini, anak akan belajar bahwa untuk dapat memenangkan pertandingan, kadang mereka harus terjatuh dan bangkit kembali. Hal tersebut akan menciptakan perspektif positif pada anak agar menjadi pribadi yang pantang menyerah serta mampu menerima kekalahan.

7.       Membangkitkan Rasa Percaya Diri
Dengan mengikuti olah raga bela diri,anak akan belajar menggali potensi dan kekuatandalam dirinya. Ketika telah mengetahui kekuatan pribadi,anak cenderung menjadi lebihpercaya diri serta menghargai dirinya sendiri. Timbulnya penghargaan terhadap diri sendiri, menjadikan anak tidak mudah frustrasi ketika menghadapi masalah.

Tidak hanya itu, anak juga akan terhindar dari pergaulan negatif karena ia akan mampu mengatakan"tidak"pada setiap hal yang tidak sesuai dengan hati nurani serta aturan yang berlaku.

Demikianlah ulasan mengenai manfaat olahraga bela diri untuk anak. Pilihlah klub dan pelatih yang profesional agar filosofi bela diri dapat tersampaikan dengan baik pada anak. Jangan lupa untuk menekankan agar anak tidak menyalahgunakan kemampuan bela diri yang ia miliki untuk hal-hal negatif.


Tips Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying

November 01, 2017 15 Comments
Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying. Kasus bullying atau perundungan, penindasan yang terjadi pada anak-anak saat ini semakin memprihatinkan. Selain anak menjadi pelaku bully/penindasan, hal yang ditakutkan juga adalah menjadi korban bullying. Kondisi tersebut tentu membuat orangtua khawatir. Beragam tindakan preventif dilakukan agar anak tidak menjadi korban bullying.

Tips Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying

Anak Yang  Rentan Jadi Korban Bullying

Para pelaku bullying biasanya akan mengincar korban yang memiliki beberapa ciri dan karakter tertentu, yaitu:

1. Anak yang tidak yang tak mempunyai teman, sering menyendiri, minder, atau terisolasi.
2. Anak yang tidak berani melakukan tindakan perlawanan. 
3. Anak yang tidak mempunyai konsep diri yang kuat.

 baca juga :
 - Tips Agar Anak tidak Menjadi Pelaku Bullying
 - Manfaat Olahraga Bela Diri untuk Anak






Ajarkan Anak Agar Tidak Menjadi Korban Bullying

Anak-anak dengan karakter yang telah disebutkan di atas biasanya mudah untuk dijadikan korban bully. Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua dalam mendidik anak agar tidak menjadi sasaran empuk bagi para pelaku bullying. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diajarkan orang tua untuk menumbuhkan karakter anti-bullying pada anak. 

1. Ajari Anak Untuk Mudah Bergaul
Anak yang sulit bergaul dan tidak memiliki teman, akan mudah menjadi korban bullying. Hal ini dikarenakan tidak ada kelompok atau teman yang melindunginya dari para pem-bully. Oleh karena itu, ajarilah anak untuk mudah bergaul. Jangan mengekang anak dalam bergaul dengan orang lain karena justru bisa berakibat buruk bagi psikisnya. Tapi tentu saja  orangtua tetap harus mengajarkan anak untuk selektif  memilih teman, agar  tidak terjerumus oleh pergaulan yang salah. 

2. Ajari Anak Agar Mengalah Pada Tempatnya
Sifat baik merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Namun orang tua sebaiknya mengajarkan anak agar bersikap baik sesuai porsinya. Karena jika anak terlalu baik dan terlalu mudah mengalah, justru akan membuat orang lain mudah memanfaatkannya. Ajari anak untuk mengalah pada tempatnya agar tidak disalahgunakan.`

3. Latih Anak Seni Bela Diri
Jika melihat rekaman kejadian bullying yang beredar di internet dan media sosial yang semakin memprihatinkan, rasanya tidak ada salahnya untuk mengajari anak bela diri. Apabila anak telah menguasai pengetahuan dasar bela diri, diharapkan para pelaku bully akan berpikir kembali jika ingin mengganggunya. Tapi perlu diingat, orangtua juga perlu memberi penjelasan pada anak bahwa kemampuan beladiri tidak boleh disalahgunakan. Bela diri hanya boleh digunakan untuk melindungi diri sendiri apabila ada yang mengganggu, bukan justru digunakan untuk menyakiti orang lain atau bersikap sok jagoan.

4. Ajari Anak Untuk Bersikap Terbuka Pada Orangtua
Seringkali anak-anak yang menjadi korban bully merasa gengsi untuk meminta bantuan pada teman atau orangtua. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kondisi psikis anak itu sendiri. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mengajari anak untuk memiliki sikap terbuka agar anak tidak segan memberitahu ketika ia menjadi korban bullying.

Orangtua perlu bersikap bijak saat anak melaporkan adanya tindakan bullying yang ia alami. Pertama-tama, ucapkan terimakasih karena anak sudah mau terbuka, selanjutnya berikan motivasi agar anak tidak terus-menerus mengalami tekanan psikis akibat rasa trauma. Kemudian, orangtua bisa membantu mencari jalan keluar agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

5. Didik Anak Agar Mempunyai Karakter Kuat
Sebenarnya, setiap anak mempunyai sifat serta karakter berbeda. Ada yang memang dasarnya sudah memiliki karakter kuat, akan tetapi ada juga yang karakternya lemah. Sebaiknya, tanamkan konsep diri yang kuat pada anak. Konsep diri merupakan cara seseorang dalam memandang dirinya sendiri, meliputi potensi, kemampuan, serta posisinya di masyarakat. Dengan memiliki konsep diri yang kuat, anak tidak akan mudah menjadi korban bully.

Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar anak tidak menjadi korban bullying.

Jangan lupa pula untuk mengajarkan anak agar tidak menjadi pelaku bullying.


Tips Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

November 01, 2017 Add Comment
Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying. Maraknya kasus bullying/penindasan tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua. Beragam tindakan preventif dilakukan agar anak tidak menjadi korban bully. Namun ternyata hal itu tidak cukup untuk memutus mata rantai bullying.Orang tua juga harus melakukan tindakan pencegahan agar anak tidak menjadi pelaku bully.

Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying


Penyebab Anak Menjadi Pem-bully

Menurut seorang psikolog anak, Ajeng Raviando,Psi., ada tiga penyebab yang seringkali menjadi latar belakang anak melakukan tindakan bully terhadap orang lain. 

1. Anak mendapat didikan penuh kekerasan di rumah.
Didikan keras berupa kekerasan fisik, verbal, dan  kekerasan psikis rentan membuat anak menjadi seorang  pem-bully. Perkataan kasar, merendahkan, serta tindakan orang tua yang sering membandingkan anak dengan sesama anggota keluarga atau orang lain, bisa memicu perasaan kecewa pada anak. Akhirnya, anak akan melampiaskan perasaannya ini kepada orang lain dalam bentuk perundungan. 

2. Orang tua lalai membentuk karakter baik sejak dini.
Masih banyak orangtua yang hanya berfokus pada pendidikan akademis anak dan lalai menekankan pendidikan karakter. Padahal, pendidikan karakter adalah fondasi yang harus diajarkan sejak dini, terutama di usia balita. Pada usia balita, anak sangat mudah menirukan apa yang ia lihat di sekitarnya. Apabila anak tidak dibekali dengan pendidikan karakter yang kuat, maka bukan tidak mungkin ia akan mudah terpengaruh oleh pergaulan yang salah.

 baca juga :
- Tips Agar anak tidak menjadi korban bully
- Tips Menghadapi Anak Agresif
- Menumbuhkan Rasa Syukur pada Anak








3. Anak kurang mendapat perhatian.
Pada usia kanak-kanak, kebutuhan anak akan perhatian masih sangat tinggi. Sesibuk apapun, orangtua harus sering meluangkan waktu untuk mendampingi anak. Apabila kebutuhannya akan kasih sayang dan perhatian sudah terpenuhi, anak akan menjadi relatif lebih tenang, sehingga tidak merasa perlu mencari perhatian dengan berulah di luar rumah.

Lakukan ini Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bully

Nah, agar anak tidak menjadi pelaku bully, psikolog anak Vera Itabiliana memberikan beberapa saran berikut.

1. Luangkan lebih banyak waktu bersama anak.
Sesibuk apapun, jangan pernah mengabaikan kebersamaan dengan anak. Luangkan waktu khusus untu kanak di sela-sela kesibukan. Lakukan kegiatan berkualitas saat bersama anak. Misalnya mendongeng, bermain, menanyakan kegiatan harian anak, dan lain sebagainya.

2. Awasi pergaualan sosialanak.
Orangtua wajib mengetahui dengan siapa saja anaknya bergaul. Hal ini akan memudahkan orangtua dalam memantau dan mengawasi anak. Jangan biarkan anak terlibat dalam pergaulan buruk. Batasi dan awasi penggunaan internet dan media sosial untuk anak yang belum cukup umur.

3. Kenali dan kembangkan minat dan bakatanak.
Kenali minat dan bakat anak, kemudian bantulah mereka untuk mengembangkannya. Jika anak memiliki fokus pada hal positif yang mereka sukai, anak relatif tidak akan membuang waktu untuk hal-hal negatif.

4. Beri penghargaan pada anak
Jangan sungkan untuk memberi penghargaan kepada anak. Berikan pujian apabila anak melakukan kebaikan, sekecil apapun itu.

5. Jauhkan anak dari paparan kekerasan 
Saat ini, banyak film, sinetron, animasi, maupun game yang mengandung unsur kekerasan. Orangtua sebaiknya mengawasi anak-anak agar tidak terpapar kekerasan dari game dan tontonan.  Jauhkan anak dari segala hal yang memiliki muatan kekerasan.

6.Bekali anak dengan pendidikan karakter
Sebaiknya orangtua tidak hanya fokus pada pendidikan akademis saja, imbangi juga dengan pendidikan karakter. Ajari anak tentang kebaikan, etika, dan kasih sayang terhadap sesama agar mereka tidak terpikir untuk melakukan kekerasan. Jangan lupa ajari anak untuk meminta maaf apabila melakukan kesalahan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua agar anak tidak menjadi pelaku bullying. Mari putus mata rantai bullying mulai dari rumah.

Menumbuhkan Rasa Syukur Pada Anak

Oktober 25, 2017 2 Comments
Menumbuhkan Rasa Syukur Pada AnakBersyukur merupakan salah satu kebiasaan yang harus kita tanamkan pada anak sejak dini. Tak mudah memang mengajarkan anak untuk pandai bersyukur atas apapun yang ia terima. Apalagi, ketika usia anak masih terbilang cukup muda. Namun, alam telah memberikan kita segalanya, bahkan sejak kita lahir. Bisa jadi, inilah yang menyebabkan anak memiliki perilaku egois, tapi Anda tak perlu heran atau cemas karena semua itu wajar adanya.

Menumbuhkan rasa syukur pada anak

Rasa syukur sangat diperlukan untuk bisa bergaul dalam kehidupan masyarakat dengan baik. Dengan bersyukur, Anda dapat mengajarkan bagaimana cara hidup sesuai norma dan beradaptasi dengan dunia luar dengan cara yang lebih baik. Murah hati, kebaikan, dan rasa terima kasih merupakan contoh dari kualitas hidup yang membuat manusia mampu menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan tersebut, maka Anda sudah membekalinya dengan pedoman yang tepat.

Tak hanya rasa syukur yang harus ditumbuhkan dalam diri anak sejak dini, tetapi Anda juga harus bisa meyakinkan Anak agar berperilaku sopan, sehingga memiliki kebiasaan bergaul dengan cara yang menyenangkan.

Tahukah Anda, jika menumbuhkan rasa syukur pada diri anak dapat membuatnya lebih peka terhadap situasi orang lain dan akan membuatnya tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Empai  dan kasih sayang merupakan salah satu kunci penting yang patut Anda ajarkan karena hal itu akan banyak membantunya ketika ia dewasa nanti.

Lalu, bagaimanakah cara menumbuhkan rasa syukur pada anak?


Sebagai orang tua, Anda harus terlebih dulu menjadi contoh yang baik untuk mereka. Anak-anak akan mempelajari dan menyerap sesuatu dengan sangat cepat, karena anak menduplikasi apa yang dilakukan oleh orang tuanya, sebagai figur terdekat.


 baca juga :
- Tips Mendidik Anak dengan Cinta






Ucapkan Terima Kasih

Tak ada salahnya, bila sebagai orang tua, Anda mengucapkan terima kasih padaanak ketika ia membantu Anda melakukan apapun. Hal seperti ini dapat membuat anak paham bahwa ketika seseorang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, satu ucapan terima kasih bisa menjadi hal yang begitu istimewa dan menyenangkan, serta dapat memperkuat ikatan. Dengan mengajarkannya kata terima kasih, ia akan tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Dunia ini memang tak pernah lepas dari kata egois, namun tak ada salahnya untuk mengajarkan anak memperhatikan kondisi orang lain juga. Anda sebagai orang tua pasti akan teramat bangga ketika bisa melihat sang anak tumbuh menjadi pribadi yang penuh simpati dan tidak mementingkan dirinya sendiri.


Murah Hati

Salah satu nilai kemurahan hati adalah rasa ringan dalam hati untuk memberi. Ajarkan anak konsep seperti ini sejak dini. Bila ada mainan atau pakaian yang sudah tidak digunakan lagi, ada baiknya  untuk mengajak anak menyumbangkannya pada anak-anak tunawisma atau anak-anak yang memiliki kondisi khusus, serta pantas menerima barang-barang layak pakai tersebut di lingkungan sekitar rumah Anda. Hal ini dapat memberikan pengaruh positif bagi anak untuk belajar apa arti memberi dan berbagi dengan orang lain. Setelah anak terbiasa melakukan banyak hal positif dengan ia membantu serta memberikan sesuatu pada orang lain, ini akan membentuk kebiasaannya secara bertahap. 

Tolong Menolong

Tolong menolong dalam kehidupan sosial tentunya menjadi pengaruh luar biasa bagi perkembangan moral anak. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila sebagai orang tua, Anda mengajarkan anak untuk membantu sesama tanpa mengharapkan pamrih sedikit pun. Hal ini juga dapat mengajarkannya apa itu arti dari ketulusan. Jika Anda mengajarkan anak tentang betapa pentingnya untuk membantu orang lain dan menunjukkan rasa terima kasih pada orang lain, dapat dipastikan bahwa mereka akan tumbuh menjadi individu yang baik dan dapat diterima dalam kehidupan sosialnya.

Demikian beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk menumbuhkan rasa syukur pada anak. Semoga bermanfaat.

photo source : www.shutterstock.com

tags :

  | |

Tips Menghadapi Anak Agresif

Oktober 25, 2017 Add Comment
Tips Menghadapi Anak Agresif. Orangtua merupakan penanggungjawab atas segala tindak tanduk anak, apalagi bila usianya masih tergolong muda. Banyak karakter anak yang perlu dipahami oleh para orangtua. Salah satunya adalah anak yang memiliki sifat dan karakter agresif. Anak dengan perilaku agresif, tentunya dapat membuat Anda sebagai orangtua cukup kewalahan. Nah, berikut ada beberapa cara menghadapi anak agresif. Simak ulasannya di bawah ini. 

Tips Menghadapi Anak Agresif

Beri Hukuman yang Efektif

Ada sebagian orangtua yang beranggapan, bahwa memberi pelajaran pada anak itu sah-sah saja menggunakan kekerasan, seperti pukulan. Tahukah Anda, memukul bukanlah cara yang baik untuk menghentikan perilaku buruk pada anak. Ia malah akan merasa bingung, kecewa, dan terluka batinnya. Rasa percayanya terhadap Anda selaku orangtua yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung pun sirna, karena sikap kasar Anda padanya. 

Memang ada beberapa kasus yang membuktikan, bahwa pukulan dapat menghentikan perilaku buruk pada anak. Tetapi, itu hanya bersifat sementara karena sebenarnya Anak taat pada orangtua hanya karena perasaan takut dipukul lagi, bukan karena pemahaman atas masalah yang sebenarnya terjadi. Bukan tidak mungkin bila suatu hari nanti, anak akan mengulangi perbuatan yang sama, bahkan lebih buruk. Ia juga dapat melakukan pembalasan terhadap orangtuanya dengan cara melakukan suatu tindakan yang dapat membuat Anda pusing, malu, hingga jengkel. 

Ada banyak jenis alternatif hukuman fisik untuk anak yang lebih efektif daripada pukulan. Anda bisa memperingatkannya dengan kata-kata yang lembut, membatasi penggunaan televisi atau gadget, menyita mainannya, dan lain sebagainya. Bawalah anak ke tempat untuk menenangkan diri, tetapi hindari kamar tidurnya, seperti contohnya kursi khusus di sudut ruangan atau dengan menyuruhnya tidur lebih awal. 

Mengatasi Anak Agresif yang Hobi Mengamuk di Depan Umum

1. Perlu adanya rasa pengertian dan kesabaran sebagai orangtua. Anda tidak perlu menggunakan kekerasan fisik. Tenangkanlah anak dengan sebuah pelukan, kemudian tanya apa yang ia inginkan dan pastikan bahwa Anda akan memenuhi kebutuhannya. 

2. Buatlah perjanjian terlebih dahulu dengan anak Anda sebelum pergi ke luar rumah. Hal ini dilakukan agar anak dapat mengerti dan menjaga sikapnya ketika berada di tempat umum. Jangan ragu untuk membicarakan konsekuensi yang akan ia terima bila ia melanggar. 

 baca juga :

 - Tips Mendidik Anak dengan Cinta



Memilah Sikap Agresif Anak


Tidak semua sikap agresif mengarah pada tindak tanduk negatif. Sikap agresif yang mengarah pada kreativitas anak tentu saja dibolehkan, apalagi jika mereka merusakkan barang terlebih karena perasaan penasaran, karena keingintahuannya pada benda-benda itu. 

Ada baiknya bila Anda mengelompokkan tersendiri anak-anak yang memiliki gejala agresif. Untuk memperbaiki sikap agresif anak, bukan dengan cara membaurnya bersama dengan anak yang kalem, apalagi jika anak tersebut introvert, dengan harapan si agresif agar tertular menjadi kalem juga. 

Penanganan Anak Agresif


Menangani anak agresif bukanlah suatu perkara yang mudah. Tak hanya si anak agresif yang harus diperhatikan, tetapi juga penanganan atas anak yang menjadi korban perilaku tersebut. penanganan terhadap anak berperilaku agresif harus dilakukan bertahap dan menyeluruh, artinya, semua pihak pun harus terlibat, termasuk orangtua, guru, dan lingkungannya. 

Demikian pembahasan mengenai cara menghadapi anak agresif yang dapat membantu Anda sebagai orangtua untuk melatih dan mengubah kepribadian anak agresif menjadi jauh lebih baik lagi. Semoga artikel ini dapat memberikan Anda manfaat dalam mendidik anak-anak para generasi penerus bangsa. 

photo source : nakita

Mengenalkan Pola Makan Sehat Pada Balita

Oktober 25, 2017 Add Comment
Berbicara tentang pola makan balita, tentu akan sangat menarik perhatian Ibu. Karena hal ini berhubungan langsung dengan tumbuh kembang anak agar selalu sehat dan ceria. Memastikan asupan nutrisi dan gizi yang pas untuk anak dan tentunya sehat, harus menjadi konsentrasi Ibu yang utama agar anak tidak rentan terserang penyakit.

Mengenalkan pola makan sehat pada bayi


Membuat balita terbiasa dengan pola makan yang ingin Ibu terapkan, memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Akan banyak terjadi penolakan dari anak setiap kali Ibu memperkenalkan makanan baru. Namun Ibu jangan menyerah! Cobalah terus sampai anak mau memakannya.

Mengajarkan pada balita tentang pola makan tentu tidak semudah kita memaksa orang dewasa untuk mengikuti rutinitas makan dan hidangan yang diberikan. Namun ketelatenan dan kegigihan Ibu untuk membuat si buah hati tumbuh dan berkembang dengan baik akan memicu semangat Ibu untuk berbuat hal terbaik untuknya.

Pola makan balita yang bagus yaitu ketika menu sehari-harinya mendapatkan asupan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, kacang-kacangan, susu, sayuran, dan juga buah-buahan. Untuk membuat sumber nutrisi ini menarik, Ibu sebaiknya memgkombinasikannya agar makanan terkesan tidak membosankan. Aturan makan anak pun harus Ibu jadwal dengan 3 kali makanan utama dan 2 kali camilan sehat

Sarapan
Mengawali hari dengan sarapan, akan membantu balita untuk memulai aktivitasnya. Pilihlah makanan yang mudah dicerna oleh anak. Jangan lupa berikan susu sebakai pelengkap kesempurnaan sarapannya

Snack pagi
Diantara jam 9 atau 10 pagi, berilah makanan yang tidak terlalu mengenyangkan padanya, namun tetap memberikan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan anak. Tidak lupa untuk memberikan susu kembali.
Makan siang
Untuk jadwal makan di siang hari, Ibu harua memberikan porsi lengkap untuk si anak. Dimana terdapat karbohidrat, protein, kacang-kacangan, sayuran dan buah. Anda boleh memilih untuk memberikan susu kembali ataupun tidak pada saat makan siang ini

Snack sore
Pada antara jam makan siang menuju malam, yaitu sekitar jam 4 sore, Ibu kembali memberikan camilan untuk menambah energinya. Pilihlah cemilan yang kaya akan nutrisi dan juga gizi serta tidak lupa susu.

Makan malam
Untuk menu makan malam, Ibu tetap harus memilih komposisi makanan yang lengkap untuk si kecil. Makanan yang kaya akan serat, vitamin, protein, mineral, karbohidrat dan air. Hanya saja, pada waktu ini, porsi yang diberikan lebih sedikit dari porsi makan siang hari. Jangan lupa berikan susu sesudah makan atau ketika dia ingin tidur.

Selain membuat pola makan balita teratur dengan jadwal-jadwal tertentu, mengenalkannya untuk mengikuti aturan tersebut juga tidak lah mudah. Namun Ibu bisa menggunakan tips-tips berikut ini untuk mengajarkannya membentuk pola makan sehat yang sudah Ibu atur untuknya.

1. Jadilah teladan untuknya agar dapat dicontoh secara langsung. Makanlah apapun di depannya termasuk buah-buahan, sayuran dan semua makanan sehat, dan biar anak melihat dan mempelajarinya secara langsung

2. Berilah pujian yang akan yang menyenangkannya ketika Ibu melihatnya memakan makanan sehat dan melakukannya dengan benar

3. Patuhi jadwal makan yang telah Ibu buat, jika anak terlihat lapar sebelum waktunya, berikan dia cemilan sehat. Namun makanan utama tetap menunggu waktunya

4. Jangan melarang dan memaksakan anak untuk mengkonsumsi suatu makanan secara terus menerus, berikan jeda waktu untuk Ibu agar bisa membujuknya kembali dilain waktu. Sesekali ijinkan dia untuk memakan apa yang dia suka, namun setelah makanan sehat sudah terpenuhi olehnya
5. Jangan mudah menyerah dengan emosi dan kehendak anak. Tetaplah sabar dan gigih untuk memberikan asupan terbaik untuknya.

Demikian contoh dan bentuk pola makan balita yang bagus untuk buah hati Ibu. Pola makan yang baik dan sehat bisa terjadi, jika Ibu bertekad untuk mewujudkannya. 


Sumber foto: www.bbcgoodfood.com 

Tips Agar Anak Belajar Membaca dan Menyenangkan

Oktober 23, 2017 Add Comment
Belajar Membaca dengan MenyenangkanKetika anak memasuki usia Taman Kanak-kanak, anda menghadapi kondisi dimana anak harus mempunyai kemampuan membaca dan menulis. Cara mengajari anak dalam membaca dan menulis ini perlu diperhatikan. Sebagai orang tua, tidak seharusnya anda  menyerahkan proses belajar menulis dan membaca di sekolah saja. Anak anda mempunyai keterbatasan waktu untuk belajar. Sebagai orang tua, Anda juga harus mendampingi sendiri proses belajar membaca dan menulis sang buah hati.

Tips Anak Belajar Membaca dengan Menyenangkan
Photo : TATYANA TOMSICKOVA PHOTOGRAPHY VIA GETTY IMAGES

Kemampuan anak membaca akan terasah, saat sering mengenalkan buku dalam setiap aktivitasnya. Dengan membaca kembali dirumah, maka materi yang disampaikan di sekolah akan terserap dengan baik. Anak akan lebih mudah belajar saat dihadapkan pada sesuatu yang menarik minatnya. Anda harus menciptakan suasana nyaman bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukan aktivitas membaca. 

Setelah itu Anda baru bisa menerapkan langkah untuk mengajarkan anak membaca. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak membaca, antara lain :

1. Bunyi bahasa
Sebelum anak belajar membaca, alangkah baiknya anak dikenalkan lebih dulu dengan dasar-dasar membaca yang baik. Pemahaman ini dilakukan untuk melatih kepekaan anak. Bunyi bahasa ini akan mempermudah anak dalam menghafalkan dan melafalkan kosakata. Langkah ini dilakukan dengan memahamkan anak pada kata berima atau suku kata yang mirip. Contohnya : kata 'kunci' dan 'laci' atau kata 'dapat' dan 'padat'. Sedangkan untuk kata berima Anda bisa memperkenalkan pantun dengan akhiran yang sama.

2. Kosakata
Kemampuan anak membaca akan lebih mudah jika Anda sering memperkenalkan kosakata baru yang sering didengar. Sebaiknya Anda sering mengucapkan kata secara berulang-ulang agar anak lebih mudah mengucapkannya. Anda bisa memperkenalkan kosakata baru dengan lebih banyak mengajak anak Anda mengobrol atau membacakan cerita secara rutin. Langkah sederhana ini akan mempermudah anak dalam mengenal kosakata baru.

3. Kelancaran dalam membaca
Saat anak belum lancar dalam membaca, maka biarkan anak melakukan proses belajarnya secara perlahan. Berikan pujian pada anak jika berhasil menyebutkan kosakata baru. Anak akan merasa senang, sehingga tertarik untuk meningkatkan minat belajarnya. Anda juga bisa membantu anak dengan menirukan kosakata yang sedang Anda ucapkan. Hal ini akan mempercepat proses berpikir anak dalam memahami sebuah kata.

 baca juga :
 - Tips Mendidik Anak Dengan Cinta





4. Pemahaman isi bacaan
Setelah proses belajar membaca anak Anda telah selesai, jangan buru-buru untuk menutup buku bacaan. Minta anak untuk menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Jika anak tertarik melakukan proses belajar membaca maka akan dengan senang hati menceritakan kembali yang telah dibacanya. Minimal anak Anda akan menceritakan inti dari cerita yang telah dibacanya. Anda bisa minta anak Anda untuk menyebutkan nama tokoh atau tempat yang kejadian yang ada dalam cerita.

5. Pahamilah mood anak
Sebagai orang tua Anda harus benar-benar memahami mood anak. Anda tidak akan berhasil mengajari anak membaca saat mood anak sedang jelek, ngantuk, lapar, marah atau sedang lelah diajak belajar. Anak tidak akan menuruti kemauan Anda jika kondisi mereka tidak memungkinkan untuk belajar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan karena menciptakan suasana yang nyaman itu tergantung pada kondisi anak.

6. Tidak boleh memaksakan kehendak
Setiap anak mempunyai bakatnya masing-masing. Anda tidak boleh membandingkan anak anda dengan anak lain yang sudah lancar dalam membaca. Karena setiap anak mempunyai kelebihan dan keterbatasan kemampuan. Ikuti saja kemauan mereka sampai mereka tidak merasa terpaksa untuk belajar.

Demikianlah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemauan anak dalam belajar membaca. Kesabaran dan kelembutan menjadi kunci utama agar anak mau belajar membaca tanpa merasa tertekan. Sehingga dengan merasa nyaman dalam belajar, maka anak bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya dengan baik.

photo sourcepinterest.com

Tips Mendidik Anak Dengan Cinta

Oktober 23, 2017 Add Comment
Mendidik Anak Dengan Cinta. Tumbuh kembang anak memang merupakan bahasan yang tidak akan pernah ada habisnya. Ilmu tentang mendidik anak juga semakin berkembang. Orang tua dimanjakan dengan kemudahan mengakses semua informasi tentang mendidik anak lewat sosial media. Begitu juga dalam memberikan pendidikan dirumah seperti belajar membaca, menghitung, dan belajar hal lainya dengan memanfaatkan teknologi.

Dari semua tema tentang medidik anak, tema mendidik anak dengan cinta merupakan satu hal yang menarik. Karena orang tua pasti mencintai anak, hanya terkadang cintanya bisa berlebihan dan justru merugikan anak sendiri. 

Tips Mendidik Anak Dengan Cinta


Menurut Bunda Arifah dalam bukunya Smart Parenting With Love, adalah upaya yang dilakukan orang tua untuk bisa menjadi orang tua cerdas penuh kasih sayang :

1. Memberikan anak lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang. Menjauhkan anak dari kondisi ketegangan orang tua. Membuat anak bahagia akan membantunya menjadi cerdas. Apakah artinya anak tidak boleh menangis? Bukan itu juga, tetapi mengajarkan pada anak bahwa tangisan bukan senjata untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

2. Melatih kemandirian anak, memberikan kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk mandiri sejak dini. Tidak memberikan banyak bantuan pada anak merupakan salah satu cara agar anak bisa segera memahami tentang diri mereka. 

3. Menanamkan rasa percaya diri, mengenali kemampuan diri akan membuat anak mempunyai rasa percaya diri. Setelah anak bisa mandiri maka tahap selanjutnya adalah membangun kepercayaan dirinya. Seringkali orang tua mempunyai rasa khawatir yang berlebihan, hal ini akan membuat anak menjadi sosok yang lemah.

4. Memilihkan bacaan yang bagus untuk anak, mengenalkan buku yang bagus sejak dini sangat membantu anak mencintai buku dan menyukai membaca.

5. Mengajak dan menemani anak bermain sepenuh hati, tidak melulu permainan itu harus yang mahal harganya. Membuat permainan yang sederhana tetapi manfaatnya besar menjadi tugas yang menyenangkan untuk orang tua, terutama jika bermain peran.

6. Mengajari anak untuk membangun komunikasi yang baik sejak dini. Hal ini penting karena anak paham bahwa ada cara yang lebih baik dari menangis jika menginginkan sesuatu.

7. Mengajarkan untuk banyak bergerak. 
Banyak bergerak akan bisa membuat anak membangun pikiran positif.

8. Menjauhkan anak dari tontonan yang tidak mendidik. Selektif untuk memilihcara yang layak ditonton anak akan mendukung perkembangan kecerdasan anak.

 baca juga :
 - Tips Anak Belajar Membaca dengan Menyenangkan






Dalam mendidik anak dengan cinta, jangan melupakan tentang bahasa cinta. Apa maksudnya? Saat orang tua ingin membangun komunikasi yang baik dengan anak maka sebaiknya perlu memahami bahasa cinta anak, agar semua informasi yang ingin disampaikan orang tua mudah dipaham ianak. Bahasa cinta meliputi:

1. Hadiah, memberikan hadiah untuk kemajuan yang didapat anak.
Anak butuh apresiasi dari orang tua, sebagai orang tua sepantasnya kita dapat memberikan sebuah apresiasi untuk sebuah kemajuan yang didapat anak, memberikan sebuah hadiah kepada anak merupakan pilihan baik yang akan membuatnya lebih termotifasi untuk lebih maju.

2. Sentuhan fisik, memberikan pelukan, kecupan dan belaian.
Anak membutuhkan perhatian lebih dari kedua orang tuanya, memberikan pelukan akan membuatnya merasa nyaman dan terlindungi.

3. Memanjakan, tetapi harus diingat jangan sampai ini mengganggu kemandiriannya.
Memanjakan seorang anak adalah hal yang mesti dilakukan, namun jika anda berlebihan dalam memanjakanya, tentu ini akan mengganggu dalam membangun kemandirianya.

4. Kata-kata positif, berisi kalimat yang penuh kasih sayang.
Perdengarkanlah pada anak perkataan yang positif dan lembut, karena anak akan meniru apa yang dilihat dan mereka dengar.

5. Waktu yang berkualitas, waktu yang benar-benar hanya buat mereka.
Jika anda termasuk orang yang mempunyai sedikit waktu dirumah, manfaatkanlah waktu saat anda bersama mereka, karena mereka adalah prioritas utama anda.

Dalam proses mendidik anak dengan cinta, diperlukan keaktifan dari kedua orang tua baik ayah maupun ibunya. Mengapa demikian? Karena keduanya pasti memiliki gaya pengasuhan yang berbeda. Saling melengkapi dan mengisi. Ayah dengan gaya pengasuhannya akan membuat anak merasa utuh sedangkan keterlibatan aktif seorang ayah akan membuat seorang ibu mempunyai waktu untuk tetap menjaga dirinya seimbang.

Anak adalah amanah dari Sang Pemilik hidup yang dititipkan pada orang tua. Oleh karena itu mendidik anak dengan cinta menjadi kewajiban orang tua sebagai bukti rasa Syukur Kepada Tuhan.

photo source : stocksnap.io